Total Tayangan Laman

Rabu, 25 Januari 2012

MODEL PENGEMBANGAN INSTRUKSIONAL



 
A.   PENDAHULUAN
            Sebelum membahas model pengembangan instruksional, perlu dipahami dulu apa itu pengembangan instruksional. Pengembangan instruksional merupakan terminalogi yang berkembang sejak tahun 1970, dimana Indonesia mulai popular menggunakan PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional).
            Merangkum dan mengkaji pendapat Clarence Schauer (1971), Hamreus (1971), Buhl (1975), Twelker, Urbach dan Buck (1972), Reigeluth (1978) dan AT&T pengertian pengembangan instruksional adalah proses yang sistematis dalam mencapai tujuan instruksional secara efektif dan efisien melalui pengidentifikasian masalah, pengembangan strategi dan bahan instruksional, serta pengevaluasian terhadap strategi dan bahan instruksional tersebut untuk menentukan apanya yang harus dievaluasi.
            Pengembangan instruksional dan desain instruksional secara konseptual dapat dipilah bidang garapannya. Proses desain dimulai dari identifikasi masalah dan diakhiri dengan indentifikasi bahan dan strategi instruksional. Sedangkan proses pengembangan dimulai dengan memilih atau mengembangkan bahan instruksional dan menuangkannya ke dalam strategi instruksional yang telah didesain kemudian diakhiri dengan mengevaluasi strategi berikut bahan instruksional tersebut untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensinya.
            Tetapi perbedaan secara konseptual itu sulit dipraktikkan karena pada kenyataannya proses pengembangan instruksional bila harus berdiri sendiri akan mulai dari titik awal yaitu identifikasi masalah sebagaimana halnya permulaan kegiatan desain instruksional. Sebaliknya, proses desain instruksional bila harus berdiri sendiri tidak berhenti pada pengidentifikasian bahan dan strategi instruksional karena desain seperti itu tidak mungkin diketahui kualitasnya bila belum digunakan untuk mengembangkan bahan instruksionalnya ( M. Atwi Suparman, 2001:32).

B.   BERBAGAI MODEL PENGEMBANGAN INSTRUSIONAL
Penggunaan pendekatan system dalam pengembangan instruksional telah menghasilkan berbagai model. Model-model pengembangan instruksional telah banyak diciptakan para ahli atau institusi.  Judul dan pengarang model yang tergolong sebagai pendahulu adalah sebagai berikut   :

No.
Judul
Pengarang
Tahun
1
System Approach for Education (SAFE)
Corrigan
1966
2
Michigan State University Instructional
Systems Development Model
Barson
1967
3
Project MINERVA Instructional Systems
Design
Tracey
1967
4
Teaching Research System
Hamreus
1968
5
Banathy Instructional Development System
Banathy
1968

Image Detail
Kelima pengarang tersebut mengembangkan model begitu kompleks ( baca : M. Atwi Suparman, 2001 : 34-39).  Mereka menggunakan istilah-istilah  tidak sama dan urutan langkah-langkah yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa proses pengembangan instruksional itu tidak memiliki urutan langkah-langkah yang baku atau harga mati. Hal yang baku adalah model dasar untuk pengembangan instruksional, yaitu mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengevaluasi atau merevisi.
            Kelima model pendekatan system yang diterapkan dalam desain instruksional tidak ada yang terbaik atau standar untuk diterapkan dalam kegiatan instruksional. Setipa model itu baik dan sesuai untuk kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah besar kecil atau kompleks tidaknya suatu lembaga pendidikan, ruang lingkup tugas lembaga pendidikan,  serta kemampuan pengelola.  Model MINERVA cocok digunakan dalam diklat karena menghasilkan system instruksional yang mengarah pada pembentukan ketrampilan kerja karyawan.
            Lima buah model pengembangan instruksional selain yang tersebut diatas dapat dibaca dalam buku dan karangan  berikut   :

No.
Judul
Pengarang
Tahun
1
Instructional System Design
Gagne
1979
2
Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional ( PPSI )
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI
1975
3
System Approach Model for Designing Instruction
Dick and Carey
1985
4
Instructional Development Model
AT&T
1985
5
Model Pengembangan Instruksional (MPI)
M. Atwi Suparman
1987

 Tetapi pada garis besarnya menurut M. Atwi Suparman ( 2001 : 57) setiap  model dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu   :
1.      tahap definisi
Terdiri dari 3 langkah sebagai berikut   :
a.       Mengidentifikasi kebutuhan instruksional dan menulis tujuan instruksional umum.
b.      Melakukan analisis instruksional
c.       Menidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik
2.      tahap analisis dan pengembangan system
Terdiri dari 4 langkah sebagai berikut   :
a.       Menulis tujuan instruksional khusus
b.      Menulis tes acuan patokan
c.       Menyusun strategi instruksional
d.      Mengembangkan bahan instruksional
3.      tahap evaluasi.

Langkah pengembangan Desain Instruksional menurut Dick and Carey

Ternyata jika dibandingkan dengan pendapat W. James Popham dan Eva L. Baker dalam bukunya yang berjudul Establishing Instructional Gools dan Systematic Instruction (2005 : 12),  memiliki perbedaan komponen namun memiliki kandungan yang sama. Jika menilik perbedaan antara model yang satu dengan yang lainnya terletak pada empat factor, yaitu   :
  1. Tinggkat penggunaannya, seperti tingkat institusi dan tingkat mata pelajaran
  2. Penggunaan istilah dalam setiap tahap dan langkah
  3. Jumlah langkah pada setiap tahap
  4. Lengkap tidaknya konsep dan prinsip yang digunakan.

C.   PENUTUP
            Pengembangan instruksional adalah proses yang sistematis dalam mencapai tujuan instruksional secara efektif dan efisien melalui pengidentifikasian masalah, pengembangan strategi dan bahan instruksional, serta pengevaluasian terhadap strategi dan bahan instruksional tersebut untuk menentukan apanya yang harus dievaluasi.
            Pada garis besarnya model-model yang berkembang begitu banyak memiliki dasar dan prinsip belajar dan instruksional tiga tahap, yaitu tahap definisi, tahap analisis dan pengembangan system, tahap evaluasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar