Total Tayangan Laman

Rabu, 20 Maret 2013

PENJELAJAHAN SAMUDRA DAN KEDATANGAN BANGSA BARAT DI INDONESIA


Sejak awal tarikh Masehi, menurut I. C. Van Leur ( 1960 ) dalam bukunya yang berjudul Indonesia Trade and Society, sudah terjadi aktivitas hubungan dagang antara Asia dan Eropa. Perdagangan waktu itu menjadi faktor yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dan membina hubungan antar Asia dan Eropa. Perkembangan jalur perdagangan semula ramai melalui jalur darat ( jalur sutera, the silk road ), kemudian mengalami pergeseran atau beralih ke jalur laut ( jalur rempah-rempah, the spicy road ).  Masih ingat mengapa jalur laut menjadi pilihan ?  kalau lupa coba buka kembali materi jaringan perdagangan dan pelayaran Asia dan Eropa sampai abad ke-18. Perhatikan gambar peta berikut !
            Para pedagang dari Eropa terutama dari Italia dan Yunani membawa barang dagangan berupa rempah-rempah dan sutera dari Laut Tengah. Komoditas tersebut dibawa ke Venesia atau Genoa lewat pegunungan Alpen terus menuju ke pasaran Eropa Barat. Akan tetapi ada juga yang melalui para pedagang Portugis dan Spanyol yang aktif  berdagang di Laut Tengah. Para pedagang dari Portugis dan Spanyol setelah mendapat rempah-rempah dan sutera dari kota-kota dagang di Laut Tengah seperti Bizantium (Constantinopel), Roma, Venesia, Genoa, Aleksandria ( Iskandariah) dan Allepo, kemudian dibawa kepasaran Eropa Barat, seperti Lisabon.

Perdagangan dunia baik melalui jalur sutera maupun jalur rempah-rempah dari dunia Timur (termasuk dari Indonesia), akan bermuara di Laut Tengah. Laut Tengah adalah sebuah inland sea (laut pedalaman) yang secara geografis terletak strategis;  sebelah barat dan utara membentang wilayah Eropa, di sebelah timur terhampar daratan Asia dan di bagian selatan adalah pesisir Afrika Utara.

Dari Lisabon dibawa ke Eropa Utara oleh para pedagang Inggris dan Belanda.  Dengan demikian rempah-rempah yang berasal dari Indonesia telah menjadi komoditi  yang menghubungkan antara kota dagang  dan antara para pedagang dari Asia dan Eropa.  Rempah-rempah itu sangat dibutuhkan di Eropa sebagai obat, pengawet makanan dan bumbu masakan.
Ramainya perdagangan di Laut Tengah, terganggu  selama dan setelah berlangsungnya  Perang Salib (1096-1291). Di tambah dengan jatuhnya kota Constantinopel ( Bizantium ) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani yang notabene Islam.  Maka berakhirlah kerajaan Romawi Timur dan dapat dikatakan aktivitas perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus.
           Sultan Muhammad II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasannya. Barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Eropa, terutama rempah-rempah  menjadi berkurang di pasaran Eropa. 

Perang Salib berlangsung 200 tahun lebih dari tahun 1096 sampai 1291. Berawal dari pernyataan perang Paus Urbanus II (1095) untuk merebut kota suci Yerusalem di Timur Tengah dari kekuasaan bangsa Turki Seljuk. Tentara Salib dari Eropa terdiri atas para biarawan, bangsawan, rakyat dan budak belian. Mereka menggunakan lencana salib dibahunya sehingga perang itu disebut perang salib.
            Orang-orang Eropa atau bangsa Barat menghadapi kendala krisis komoditi perdagangan khususnya rempah-rempah, berusaha keras mencari sumbernya dengan melakukan penjelajahan samudra. Faktor-faktor lain yang mendorong bangsa Barat menjelajah samudra pada akhir abad ke –16 diantaranya :
  1. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat seperti bola, matahari merupakan pusat dari seluruh benda-benda antariksa. Bumi dan benda-benda antariksa lainnya beredar mengelilingi matahari ( teori Heliosentris ).
  2. Semangat reconguesta, yaitu semangat pembalasan sebagai tindak lanjut Perang Salib, terhadap kekuasaan Islam dimanapun yang dijumpainya
  3.  Semangat gospel, yaitu  semangat untuk menyebarkan agama nasrani.
  4. Semangat Glory, yaitu semangat memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
  5. Semangat Gold, yaitu semangat untuk mengeruk kekayaan .
  6. Perkembangan teknologi kemaritiman dimana keberadaan kapal-kapal laut yang besar memungkinkan pelayaran dan perdagangan yang lebih luas, termasuk menyeberangi samudra Atlantik.
  7. Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu dan peta yang menggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan dan pelabuhan.
  8. Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-1292).
  9. Perjalanan Ordoric da Pardenone menuju Campa yang sempat singgah di Jawa pada abad ke-14. Ordoric melaporkan sekilas mengenai kebesaran Majapahit.

Marco Polo adalah saudagar dari Venesia, bersama ayahnya Nicolo Polo dan pamannya Maffeo Polo mengunjungi China (1271-1292) dengan menelusuri jalur sutera. Ketika itu China  diperintah oleh Kubilai Khan ( pengganti ayahnya, Jenghis Khan ). Kembali dari China menggunakan kapal Khan Agung melalui jalur laut singgah di pelabuhan Perlak ( 1292 ).

            Negara-negara yang mempelopori penjelajahan samudra adalah Portugis dan Spanyol menyusul Inggris,  Belanda, Perancis, Den Mark dan lainnya. Untuk menghindari persaingan yang berbuntut bentrokkan dilautan antara Portugis dan Spanyol, pada tanggal 7 Juni 1494 lahirlah perjanjian Tordesillas.  Paus membagi  daerah kekuasaan di dunia non kristiani menjadi dua bagian dengan batas garis demarkasi/ khayal yang membentang vertikal dari kutub utara ke kutub selatan ( mulai dari garis meridian 370 league sebelah barat kepulauan Verdi. Kepulauan Verdi terletak di sebelah barat Afrika, sebagai patokan . Daerah sebelah timur garis khayal adalah jalurnya/ kekuasaan Portugis, sedangkan daerah sebelah barat garis khayal adalah jalurnya Spanyol.

1.        Pelayaran Orang-orang Portugis
            Orang-orang Portugis menjadi pelopor berlayar mencari tempat asal rempah-rempah. Hal ini tidak lepas dari kiat Pangeran Henry Mualim ( Henry Navigator ) putra Raja Portugal, Johan II. Pangeran Henry memberi hak-hak istimewa kepada keluarga –keluarga saudagar sukses dari  Italia, Spanyol dan Perancis. Mereka supaya bersedia tinggal dan berdagang di ibukota Portugal. Hasilnya tidak kurang dari 400 sampai 500 kapal berlabuh di Lisabon setiap tahun. Lisabon mulai mampu menandingi keramaian Venesia dan Genoa.
            Pada tahun 1418, Portugis telah menduduki Madeira sebagai koloni seberang laut  yang pertama di kawasan Atlantik. Pelayaran menelusuri Atlantik semakin meningkat sejalan Portugis melakukan perdagangan budak dari Guinea dan mendapat hak atas wilayah non Kristiani dari Paus  ( perjanjian Tordesillas).   

a.   Bartholomeus Diaz
            Mulai berangkat dari Lisabon, ibukota Portugal menyusuri pantai barat Afrika pada tahun 1486.  Diaz sampai di ujung selatan benua Afrika, kira-kira 832 km diserang badai/ topan yang mampu merusak kapal. Ia kembali ke Portugal atas desakan awak kapal. Awak kapal Diaz memberi nama tempat itu Tanjung Badai. Namun raja Portugal, Johan II menamakan Tanjung Harapan Baik ( cape of Good Hope ) menghilangkan kesan menakutkan, melainkan sebagai harapan masa depan yang terbuka.

b.   Vasco da Gama
            Pada tanggal 8 Juli 1947, Raja Portugis Manuel I memerintahkan da Gama mengikuti jejak Diaz. Merasa aman  di Tanjung Harapan, meneruskan pelayaran sampailah di Muzambique.
Di Malindi, Bandar di pantai timur Afrika bertemu para pelaut Islam ( orang Moor ). Atas petunjuk mualim Moor, da Gama melanjutkan ekspedisinya memasuki samudra Hindia dan Laut Arab. Rombongan da Gama  sampai di Kalikut dan Goa, yaitu Bandar di pantai barat India, pada tahun 1498. Pemancangan batu Padrao, berupa prasasti bermotif lukisan bola dunia lambang kerajaan Portugis, dilakukan di setiap wilayah yang disinggahi sebagai tanda miliki (mengklaim).

Kapal dagang  besar mempunyai banyak awak kapal yang dipimpin oleh nakhoda yang dibantu juru mudi, juru batu dan mualim. Tugas dan tanggung jawab nakhoda pada keselamatan pelayaran, transaksi barang dagangan dan keuangan. Juru mudi bertugas kelancaran kemudi, tempat di buritan kapal. Juru batu bertanggung-jawab kendali jangkar/ sauh, menjaga kapal jangan sampai menabrak batu karang. Mualim sebagai pandu laut yang membawa kapal. 

c.    Alfonso d’ Albuquerque
            Orang Portugis sadar bahwa penghasil rempah-rempah bukan India melainkan ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Asia, yaitu Malaka. Oleh karena itu ekspedisi ke timur dilanjutkan kembali. Pada tahun 1509, seorang utusan Portugis yang bernama Diogo Lopes de Sequiera berkunjung ke Malaka yang saat itu dipimpin Sultan Mahmud Syah. Pada awalnya diterima dengan baik, dalam perkembangan komunitas pedagang muslim di Malaka berhasil meyakinkan penguasa Malaka untuk mengusir Portugis. Namun Malaka berhasil dikuasai Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque tahun 1511.
Kelemahan Malaka sehingga kalah atas Portugis, karena :
1.      Dukungan persenjataan memadai namun kalah canggih di banding persenjataan Portugis yang mengikutsertakan 15 kapal perang besar dengan 1200 orang tentara.
2.      Adanya konflik internal di Malaka yang melibatkan Sultan Mahmud Syah dengan anaknya Sultan Ahmad, yang baru saja menerima penyerahan kekuasaan.
Pendudukan Portugis atas Malaka , pusat perdagangan di Semenanjung Melayu itu, membuka jalur langsung ke pusat-pusat penghasil rempah-rempah di kepulauan Indonesia. Pada tahun 1512, rombongan yang di pimpin Francisco Serrao tiba di Hitu. Portugis juga membuka hubungan dagang dengan Pasai, Barus, Pedir, Siak dan Minang Kabau. Di Jawa, Portugis berhasil membangun hubungan dengan kerajaan Sunda dan Panarukan.

2.   Pelayaran orang-orang Spanyol
a.  Christopher Columbus
            Pada tanggal 3 Agustus 1492, Christopher Columbus mulai berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia timur. Berdasar pengetahuan bahwa dunia ini bulat, bermaksud mencapai daerah Hindia Timur dari arah barat. Bermodal 3 buah kapal yang bernama Pinta, Nina dan Maria, dengan awak 88 orang pelaut sebagai hadiah dari ratu Issabella penguasa Spanyol, bertekad menyebrangi  samudra Atlantik.
Setelah berlayar lebih dari 2 bulan mengarungi samudra Atlantik, sampailah Columbus di kepulauan Bahama di Karibia. Ia merasa telah sampai di kepulauan Hindia Timur yang merupakan sumber rempah-rempah. Ia menamai penduduk asli di kawasan itu sebagai Indian. Selanjutnya kepulauan Bahama dikenal sebagai Hindia Barat.
            Columbus bersama seorang penyelidik bernama Amerigo Vespucci berlayar antara tahun 1492 – 1504 terhitung 4 kali   :
1.      Tahun 1492 – 1493 sampai di kepulauan Bahama, Cuba dan Hispaniola
2.      Tahun 1493 – 1496 sampai di Puerto Rico dan Jamaica
3.      Tahun 1498 – 1500 berlayar sepanjang pantai utara Amerika Selatan
4.      Tahun 1502 – 1504 sampai di pantai Central Amerika
 Mereka menemukan benua baru yang diberi nama Amerika. Jadi penemu benua Amerika adalah Christophorus Columbus.

Amerigo Vespucci adalah seorang Italia yang bekerja untuk Spanyol, mencatat segala sesuatu yang dilihat dan dialami di daerah orang Indian itu. Catatan Amerigo Vespucci ini sampai ke tangan seorang professor Ilmu Bumi di Universitas St. Die di Jerman yang bernama Martin Waldseemuller. Melalui professor inilah daerah yang merupakan benua itu diberi nama Amerika, mengambil nama  Amerigo Vespucci.

            Sejak Columbus menemukan benua Amerika, menyusul pelaut-pelaut Spanyol, seperti :
Cortez, menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menakhukkan suku Indian yaitu Kerajaan Aztec dan suku Maya di Yucatan. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukkan kerajaan Indian di Peru yaitu suku Inca.

b.   Ferdinand Magelhaens ( Magellan )
Pada tanggal 10 Agustus 1519, Magelhaens ( Magellan, keturunan Portugis) dengan lima buah kapal berawak 250 orang, berlayar ke barat mengikuti jejak Columbus. Magelhaens didampingi  Kapten Juan Sebastian del Cano ( Sebastian Ecano) dan seorang penulis dari Italia yang bernama Pigafetta. Penulis inilah yang mengisahkan perjalanan Magelhaens-del Cano mengelilingi dunia yang membuktikan bahwa bumi itu bulat seperti bola.
Pada tahun 1520, setelah menyeberangi samudra Pasifik, sampailah rombongan Magelhaens di kepulauan Massava. Kepulauan ini kemudian diberi nama Filipina, mengambil nama raja Spanyol, Philips II. Rombongan Magelhaens mendirikan batu peringatan dan mengklaim sebagai daerah kekuasaannya. Magelhaens juga menyebarkan agama Katolik dan berhasil menggaet raja Cebu. Dalam suatu pertempuran melawan orang Mactan, Magelhaens gugur  (27 April 1521). Akibat peristiwa itu rombongan bergegas meninggalkan Filipina di pimpin oleh Sebastian del Cano, menuju kepulauan Maluku. Tersisa tinggal 2 kapal, yaitu Victoria dan Trinidad dengan awak kapal 17 orang,  berhasil memborong rempah-rempah di Maluku kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Spanyol lewat Tanjung Harapan. Kapal Victoria berhasil sampai di Spanyol (6 September 1522 ) sedang kapal Trinidad dirampas Portugis di tengah jalan.
Magelhaens dianggap sebagai orang besar dalam dunia pelayaran. Raja Spanyol memberi hadiah sebuah tiruan bola bumi. Pada tiruan bola bumi itu dililitkan pita bertuliskan ‘ Engkaulah yang pertama kali mengetahui diriku’

3.    Pelayaran orang-orang Inggris.
           Orang-orang Inggris yang melakukan penjelajahan samudera untuk mencari tempat baru di dunia timur, antara lain sebagai berikut :
a.    Sir Francis Drake
            Pada tahun 1577 Drake berangkat berlayar dari Inggris ke arah barat. Dalam pelayarannya rombongan ini memborong rempah-rempah di Ternate. Drake setelah mendapatkan banyak rempah-rempah pulang kenegerinya dan sampai di Inggris pada tahun 1580. Pelayaran Drake ini belum memiliki arti penting secara ekonomis dan politis.
b.     Pilgrim Fathers
            Pada tahun 1607 rombongan yang menamakan diri Pilgrim Fathers melakukan pelayaran ke arah Barat. Kapal yang bernama May Flower berhasil membawa rombongan ini mendarat di Amerika Utara.
c.    William Dampier
            Pada tahun 1688, Dampier melakukan pelayaran dan berhasil mendarat  di Australia. Ia terus melanjutkan pelayaran dengan menelusuri pantai ke arah utara.
d.   James Cook
            Pada tahun 1770 Cook berhasil mendarat di pantai timur Australia. Bahkan Cook telah berhasil menjelajahi pantai Australia secara bulat pada tahun 1771. Oleh karena itu James Cook sering dikatakan sebagai penemu benua Australia.

4.   Pelayaran orang-orang Belanda
            Biasanya para pedagang Belanda membeli dagangan rempah-rempah dari Portugis di pusat pasar Lisabon. Namun setelah Lisabon dikuasai Spanyol, Belanda mencari jalan menuju daerah penghasil rempah-rempah. Walaupun Portugis berusaha merahasiakan jalan ke pusat penghasil rempah-rempah, Belanda berhasil menyusul Portugis dan Spanyol.

Belanda berhasil memasuki wilayah perairan Indonesia setelah Jan Huygen van Linschoten mempublikasikan peta dan catatan tentang penemuan Portugis berjudul Itinerario near Oost ofte Portugaels Indien ( Rencana perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis ), pada tahun 1590.

Beberapa pelaut Belanda yang melakukan penjelajahan ke dunia Timur antara lain sebagai berikut :
a.   Barens
            Pada tahun 1594, Barens mencari daerah Timur ( Asia ) melalui jalur lain yaitu ke utara. Perjalanan Barens terhambat karena air laut membeku sesampainya di Kutub Utara. Ia berhenti di sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Novaya Zemlya. Ia kemudian memutuskan untuk kembali tetapi meninggal dalam perjalanan.
b.   Cornelis de Houtman
            Pada tahun 1595, de Houtman dengan empat buah kapal yang memuat 249 orang awak beserta 64 meriam, memimpin pelayaran mencari daerah asal rempah-rempah ke arah timur mengambil jalur seperti yang ditempuh Portugis. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman bersama rombongan sampai di Indonesia dan mendarat di Banten.
            c.   Abel Tasman
            Abel Tasman berlayar mencapai perairan di sebelah Tenggara Australia. Pada tahun 1642  ia menemukan sebuah pulau yang kemudian dikenal dengan nama pulau Tasmania.
            Dari uraian di atas dapat ditegaskan bahwa dengan jatuhnya Constantinopel ke tangan Turki Usmani, yang kemudian diikuti dengan pelayaran orang-orang Barat mencari asal rempah-rempah, telah menyebabkan terjadinya perubahan jalur pelayaran dan perdagangan. Baik
Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda akhirnya sampai ke sumber rempah-rempah yaitu Indonesia. Sejak kedatangan bangsa Barat ke Indonesia peta perdagangan mengalami perubahan yang akhirnya dimonopoli bangsa Barat.

DAFTAR PUSTAKA



Badrika, Wayan . 2000. Sejarah Nasional Indonesia dan Umum 2, Jakarta: Penerbit Erlangga

KS, Tugiyono, Sutrisno Kutoyo, Alex Pelatta. 1984. Atlas dan Lukisan Sejarah Nasional
Indonesia. Jakarta : CV Baru

Marwati Djoenet P. & Nugroho Noto Susanto. 1993. Sejarah Nasional Indonesia VI.        Jakarta: Balai Pustaka

MD, Sagimun, 1985. Sultan Hasanudin Menentang V.O.C.  Jakarta : Departemen Pendidikan
           dan Lebudayaan.

Ricklefs, M.C., 2005. A History of Modern Indonesia Since c. 1200.  alih bahasa  Satrio
Wahono dkk. Sejarah Indonesia Modern  1200 – 2004, Jakarta : PT Serambi Ilmu
Semesta.

Satia, Meta Candra. 1985. Sultan Baab Ullah Pengusir Portugis dari Maluku, Jakarta :  C.V.
Muara Cipta.

Soeroto 1954. Indonesia Di Tengah-tengah Dunia dari Abad ke Abad, Jakarta: Djambatan

Yamin, Muhammad. 1954. Proklamasi dan Konstitusi. Jakarta: Djambatan.
_______________, .  1956. Lukisan Sejarah. Jakarta: Djambatan

Zen, MT. 1981. Ensiklopedi Indonesia Seri Geografi. Jakarta: Intermasa

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar