Total Tayangan Halaman

Kamis, 29 Agustus 2019

STARTEGI INOVASI KS


Tujuan utama inovasi di sekolah ialah untuk meningkatkan kualitas sekolah dan membangun budaya unggul dalam hal penampilan terbaik, sikap terbaik dan prestasi terbaik. Sekolah yang berkualitas terbaik dapat dipastikan didalamnya proses belajar mengajar efektif, prestasi hasil belajar siswa tinggi, para guru memanfaatkan waktu dengan baik untuk melaksanakan tupoksinya.Bagaimana strategi kepala sekolah mengimplementasikan inovasi kearah itu di sekolah?

Rasional
Pembahasan tema inovasi seakan tidak cukup dalam periode atau skala tertentu. Inovasi sering dilakukan mulai dari skala personal, kelembagaan, bahkan kebijakan. Inovasi dalam dunia pendidikan telah banyak dilakukan, banyak kajian dan strategi bagaimana inovasi dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan adaptif sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan jaman. Kenyataan, pada tataran tugas pokok dan fungsi kepala sekolah, prosedur strategis dalam melakukan inovasi di bidang pendidikan di sekolah sangatlah komplek. Kajian ditingkat lembaga pendidikan sudah sering dilakukan , meskipun demikian saat ini kualitas pendidikan di tanah air belum mencapai prestasi yang serempak ( Deni Darmawan, 2012 : 1).

Problem yang dihadapi seorang kepala sekolah memang sangat kompleks. Arah kebijakan kepala sekolah selalu dikepung oleh berbagai macam tantangan. Tantangan tersebut muncul baik dari pemerintah berupa instruksi atau regulasi-regulasi yang harus dilaksanakan maupun penyimpangan internal guru dan siswa. Tidak jarang  kelompok masyarakat atau komite sekolah dan atau pihak yayasan menuntut peningkatan kualitas hasil pendidikan di sekolah.  Ada saja unsur guru ataupun TU yang tidak mau untuk berubah. Ketidakmauan untuk menerima inovasi dipandang sebagai kegagalan seorang pimpinan dalam melakukan komunikasi (Wursanto. 2003 : 176).
Hal ini dibutuhkan kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan yang mantap, konsisten, dan produktif disela-sela berbagai macam tantangan dan permasalahan. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan program inovasi dengan efektif dalam menghadapi berbagai macam tantangan perlu kepemimpinan yang dapat diteladani dan cerdas menentukan strategi yang jitu. Ada tiga unsur agar kepala sekolah dapat diteladani, yaitu pertama, kesiapan untuk dinilai dan dievaluasi, kedua memiliki kompetensi minimal dan ketiga memiliki integritas ( Furqon Hidayatulloh, 2009 : 106).
Esensi kepemimpinan menurut Edwin a locke ( 1997 : 9-12) ada 4 kunci keberhasilan, yaitu ; 1) memiliki motif (motives) dan bakat (traits), 2) memiliki pengetahuan, keahlian dan kemampuan, 3) memiliki visi,  dan 4) mengimplementasikan visi. Dalam poin 4 inilah kepala sekolah dalam menerapkan visi sekolah harus mampu mendorong perubahan, adanya inovasi dan siap mengambil resiko.  E. Mulyasa  dalam bukunya Menjadi Kepala Sekolah Profesional (2009: 7), menegaskan bahwa menjadikan visi menjadi aksi mencakup perencanaan ( planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating) dan pengawasan (controlling) sebagai suatu proses.

Inovasi Pilihan
Rumusan harus jelas inovasi yang akan diterapkan. Ada beberapa pertanyaan penuntun untuk mempermudah membuat pilihan dan keputusan tentang inovasi apa yang harus di pilih dan  dilakukan untuk meningkatkan mutu sekolah;
1.        Apakah secara pribadi menggunakan cara pendekatan komunikasi 2 arah dalam memberi motivasi kepada guru dan karyawan , siswa, orang tua murid dan warga masyarakat  untuk mencari cara yang tepat guna meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar ?
2.        Adakah kebutuhan siswa, guru dan TU yang saat ini belum dilayani oleh program sekolah?
3.        Data apa yang telah dimiliki untuk membantu memberi motivasi perlu adanya inovasi ?
4.        Bagaimana menentukan inovasi yang mungkin dapat diterapkan dan mudah menanganinya sesuai dengan situasi di sekolah?
5.        Langkah positif  yang mana untuk menekan oposisi yang dimungkinkan muncul jika mengadakan inovasi?
Setelah diyakini bahwa berdasar pertanyaan penuntun inovasi yang dipilih sudah cocok dan tepat, maka gunakan strategi dalam menerapkan inovasi tersebut.  Sistim keyakinan harus dibangun melalui berbagai upaya atau strategi yang diarahkan pada terwujudnya cita-cita atau visi sekolah.

Manajemen Strategi
            Penyusunan manajemen strategi dapat dilakukan dalam tiga tahap, yaitu diagnosis, perencanaan dan penyusunan dokumen rencana (E. Mulyasa, 2009 : 222).  Tahap diagnosis dimulai dengan pengumpulan berbagai informasi perencanaan sebagai bahan kajian. Tahap perencanaan dimulai dengan menetapkan visi dan misi. Tahap yang ketiga penyusunan dokumen rencana strategis dilakukan sejak saat pengkajian. Rencana strategis yang dirumuskan sebagai pilihan inovasi dalam jabaran visi misi harus dijadikan sebagai pedoman oleh warga sekolah.
            Implementasi manajemen strategis menurut Judson  masih dalam E. Mulyasa  ( 2009 : 223) ada lima langkah penting, yakni pertama, menganalisis dan merencanakan perubahan (inovasi); kedua, mengkomunikasikan inovasi; ketiga, mendorong inovasi; keempat, mengembangkan inisiasi masa transisi; dan kelima, mengkondisikan kondisi baru dan tindak lanjut.
            Berdasar penyusunan dan implementasi manajemen strategi di atas, kepala sekolah merujuk jabaran strategi tersebut sebagai model inovasi di sekolah. Tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan ataupun penyederhanaan langkah agar lebih fleksibel dengan situasi dan kondisi di sekolah.

Strategi Inovasi
Sebenarnya inovasi di sekolah akan mudah diterapkan jika kepala sekolah, guru, TU, siswa dan warga sekolah lainnya mau untuk melakukan. Merubah sekolah sebenarnya merubah orang yang berada di sekolah. Untuk itu dibutuhkan strategi sebagai berikut :
1.        Tujuan diadakannya inovasi perlu disosialisasikan, dimengerti dan diterima oleh guru, TU, siswa, komite sekolah, orang tua/wali siswa dan masyarakat. Harus dikemukakan dengan jelas dan logis mengapa perlu ada inovasi. Usaha untuk memperjelas  informasi pentingnya inovasi ini perlu mendayagunakan segala fasilitas yang ada.
2.        Motivasi positif  dan penyampaian secara bijak  harus digunakan untuk memberi rangsangan dan ketertarikan agar mau menerima inovasi. Motivasi dengan ancaman tidak akan berhasil. Kepandaian menganalisa tujuan serta potensi hasil inovasi sangat diperlukan untuk memberi motivasi yang tepat. Hal ini juga tanpa mengabaikan adanya perbedaan individual.
3.        Harus diusahakan agar individu ikut berpartisipasi dalam mengambil keputusan inovasi. Guru, TU, siswa dan orang tua /wali siswa diberi kesempatan ikut berperan dalam mengambil keputusan menerima atau menolak inovasi.
4.        Diprogramkan adanya evaluasi keberhasilan inovasi. Kejelasan tujuan dan cara menilai keberhasilan penerapan inovasi, merupakan motivasi yang kuat untuk mereview pelaksanaan inovasi lebih baik.
Di samping itu, perlu diperhatikan juga tentang prosedur pelaksanaan program, hendaknya fleksibel. Artinya jadwal kegiatan disusun dengan memperhatikan perbedaan individual baik dalam kemampuan, kesigapan dan kesibukan. Meminjam istilah manajemen terkenal dengan pendekatan PERT (program, evaluation, review, technique).
Pengalaman sekolah lain yang telah menerapkan inovasi dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijaksanaan pelaksanaan inovasi di sekolah. Meskipun penentuan akhir harus berdasar kondisi dan situasi di sekolah sendiri.
Ada sepuluh hal, menurut Udin Syaefudin Sa’ud dalam bukunya Inovasi Pendidikan (2009 : 78) yang dapat dipakai untuk melancarkan penerapan inovasi di sekolah, yaitu ;
1.             Gunakan guru penasehat. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok memiliki guru penasehat sendiri. Guru penasehat akan membantu siswa dalam melaksanakan program belajarnya.
2.             Sediakan pilihan (option). Dalam pengelolaan program belajar perlu disediakan berbagai macam pilihan baik mengenai waktu ataupun cara belajarnya.  Makin banyak pilihan berarti makin melayani adanya perbedaan individu anak.
3.             Mengembangkan material (bahan media). Sebagai konsekuensi dengan adanya pilihan cara belajar perlu dikembangkan berbagai macam media pembelajaran.
4.             Merevisi dan mereview kurikulum. Dalam pelaksanaan dengan menggunakan mini courses (kursus singkat) atau in house training (IHT). Materi dalam berbagai aspek kurikulum baik tentang perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan tindak lanjut.
5.             Tempat belajar nyaman. Agar siswa dapat belajar dengan tenang perlu disediakan tempat-tempat belajar khusus dalam dan sekitar gedung yang ada. misalnya dibuatkan ruang terpat belajar sendiri, tempat belajar kelompok dan laboratorium mata pelajaran.
6.             Buatlah jadwal yang fleksibel. Tidak harus semua kegiatan dengan jadwal yang sama. Untuk pelajaran yang banyak menggunakan latihan/praktik perlu waktu yang lebih lama dari pelajaran yang hanya dengan ceramah dan sebagainya.
7.             Lingkungan sebagai sumber belajar. Banyak keadaan atau alam yang ada di sekitar dapat didayagunakan sebagai sumber belajar. Siswa diberi tugas  untuk mengamati dan mengadakan wawancara dengan warga masyarakat dalam melakukan kegiatan belajar.
8.             Diadakan penilaian program penerapan inovasi.
9.             Diadakan penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa. Dengan laporan dapat diketahui sejauh mana hasil penerapan inovasi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.
10.         Dibuat team supervisi. Untuk mengawasi kegiatan dibuat team yang setiap anggota bertugas untuk mengawasi bidang tertentu, keamanan, ketertiban, kebersihan, dan sebagainya. Kepala sekolah dapat mencurahkan kepada kegiatan pembelajaran.

Kesimpulan
Pendidikan sangat berat menghadapi tantangan perubahan jaman. Seorang pimpinan pendidikan dalam hal ini kepala sekolah harus melakukan langkah yang strategis, yaitu :
1.        Kepala sekolah harus benar-benar memahami apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan sekolahnya.
2.        Kepala sekolah harus menghayati kenyataan bahwa inovasi memang perlu diadakan untuk perbaikan
3.        Kepala sekolah harus yakin bahwa memang sekolah ini tepat  untuk menerapkan inovasi.
4.        Kepala sekolah harus banyak mencurahkan waktu dan tenaganya baik untuk kegiatan di sekolah, di luar sekolah, dan di masyarakat guna membangun jejaring. Tidak mungkin inovasi akan berhasil jika kepala sekolah hanya duduk manis di kantor.


DAFTAR PUSTAKA

Deni Darmawan. 2012. Inovasi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Edwin A. Locke & Associates. 2002. Esensi Kepemimpinan. Jakarta : Mitra Utama
Hidayatullah, M. Furqon. 2009. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta : Yuma Pustaka.
Mulyasa., E. 2009. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya
Udin Syaefudin Sa’ud. 2009. Inovasi Pendidikan. Bandung : CV Alvabeta
Wursanto. 2003. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar