Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Maret 2013

PROKLAMASI : SEKITAR PERUMUSAN DAN PELAKSANAAN



Sekitar pukul 21.00 WIB Soekarno-Hatta sudah sampai di Jakarta. Anggota PPKI semula sudah diundang untuk bersidang pada pukul 10.00 WIB, tetapi tidak dapat dilaksanakan, karena ketuanya Soekarno tidak ada. Undangan dilakukan lagi untuk berapat di rumah Laksamana Muda Maeda, Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Pihak mahasiswa menunjuk Chairul saleh dan Sukarni untuk mewakili mereka dalam rapat tersebut. Laksamana Muda Maeda menawarkan rumahnya untuk berapat, karena rumah tersebut mempunyai hak imunitas terhadap Angkatan Darat Jepang. Dengan demikian apabila Gunsei dan Kenpeitainya hendak mengambil tindakan untuk mencegah kemerdekaan Indonesia, mereka yang berada di rumah Maeda tetap aman. Dalam kondisi demikian, peran Laksamana Maeda cukup penting. Pada saat-saat yang genting, Maeda menunjukkan kebesaran moralnya, bahwa kemerdekaan merupakan  aspirasi alamiah dan hak dari setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia.  

   
Laksamana Muda Maeda tahun 1973 menerima penghargaan Bintang Jasa Nararya dari pemerintah Indonesia yang diserahkan oleh Duta Besar RI untuk Jepang ( Antonius Joseph Witono ). Penghargaan tersebut diberikan karena jasanya pada masa perang kemerdekaan.

Di tempat kediaman Laksamana Muda Maeda Jl. Imam Bonjol No. 1 Jakarta, tanggal 16 Agustus 1945 malam hari sampai tanggal 17 Agustus 1945 dini hari dirumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Mereka yang terlibat secara langsung dalam perumusan tersebut diantaranya:

1.    Achmad Soebardjo mengusulkan konsep kalimat pertama yang berbunyi: “ Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan kami” kemudian berubah menjadi: “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia
2.  Soekarno mengajukan konsep kalimat kedua yang bunyinya:” Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara yang secermat-cermatnya serta dalam temo yang sesingkat-singkatnya”.
3.   Mohammad Hatta menggabungkan kedua kalimat di atas dan disempurnakan sehingga berbunyi seperti teks proklamasi yang kita miliki.


Setelah rumusan teks proklamasi selesai muncul permasalahan, siapa yang menandatangani? Soekarno mengusulkan agar semua yang hadir dalam rapat tersebut menandatangani naskah proklamasi sebagai” Wakil-wakil Bangsa Indonesia”. Usulan Soekarno tidak disetujui para pemuda sebab sebagian besar yang hadir adalah anggota PPKI dan PPKI dianggap sebagai badan bentukan Jepang. Kemudian Sukarni menyarankan agar Soekarno-Hatta yang menandatangani atas nama bangsa Indonesia. Saran dan usulan Sukarni diterima. Langkah selanjutnya Soekarno minta kepada Sayuti Melik untuk mengetik konsep teks proklamasi dengan beberapa perubahan, kemudian ditandatangani oleh Soekarno-Hatta. Perubahan-perubahan tersebut meliputi  :
1.      Kata “ tempoh” diubah menjadi tempo
2.      Wakil-wakil bangsa Indonesia diubah menjadi “ Atas nama Bangsa Indonesia”
3.      Tulisan “ Djakarta, 17-8-’05 “ diubah menjadi Djakarta, hari 17 Boelan 8 tahun “05.
Naskah hasil ketikan Sayuti Melik inilah merupakan naskah proklamasi yang autentik. Malam itu juga diputuskan bahwa naskah Proklamasi akan dibacakan pukul 10.00 pagi di lapangan Ikatan Atletik Indonesia atau lebih dikenal lapangan Ikada, Gambir. Tetapi oleh karena ada kemungkinan timbul bentrokan dengan pasukan Jepang yang terus berpatroli, akhirnya di ubah di tempat kediaman Soekarno Jl. Pegangsaan Timur  56 Jakarta.
Sejak pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 kediaman Ir. Soekarno Pegangsaan Timur 56 Jakarta telah diadakan berbagai persiapan untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kurang lebih pukul 09.55 WIB Drs. Mohammad Hatta telah datang dan langsung menemui Ir. Soekarno. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan dibacakan, pukul 10.00 WIB Soekarno menyampaikan pidatonya, yang berbunyi:
 
Saudara-saudara sekalian!
Saja sudah minta saudara-saudara hadlir disini untuk menjaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berdjoang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombangnya aksi kita untuk mentjapai kemerdekaan kita itu ada naik dan ada turunnya, tetapi djiwa kita tetap menudju ke arah tjita-tjita.
Djuga di dalam djaman Djepang , usaha kita untuk mentjapai kemerdekaan nasional tidak henti-henti. Di dalam djaman Djepang ini, tampaknja sadja kita menjandarkan diri kepada meraka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menjusun tenaga kita sendiri, tetap kita pertjaja kepada kekuatan kita sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air di dalam tangan kita sendiri. Hanja bangsa jang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnja.
Maka kami, tadi malam telah mengadakan musjawarat dengan pemuka-pemuka rakjat Indonesia, dari seluruh rakjat Indonesia. Permusjawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnja untuk menjatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami njatakan kebulatan tekad itu.
Dengarlah proklamasi kami.

                                      

PROKLAMASI


                     Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

                                                      Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05

                                                      Atas nama bangsa Indonesia,

                                                      Soekarno/ Hatta

Demikianlah, saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka, kekal abadi.
Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!

Demikianlah teks proklamasi kemerdekaan telah dibacakan oleh Soekarno.
Susunan acara yang direncanakan dalam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan sebagai berikut:
Ø    Pembacaan Proklamasi oleh Ir. Soekarno
Ø    Pengibaran bendera Merah Putih oleh Suhud  dan Latief Hendraningrat
Ø    Sambutan Wali kota Suwirjo dan dr. Muwardi
Setelah dibacakan teks Proklamasi, maka telah lahir Republik Indonesia. Suatu peristiwa yang bersejarah bagi bangsa Indonesia telah terjadi. Perisitiwa yang sangat lama dinantikan oleh segenap lapisan masyarakat, tetapi membutuhkan pengorbanan yang tidak ternilai harganya.

Naskah proklamasi    Kemerdekaan ini berupa konsep yang dirumuskan oleh Soekarno, Hatta dan    Ahmad Soebardjo, ditulis oleh Bung Karno sendiri, pada dini hari, hari  Jum’at Tanggal 17 Agustus 1945 di rumah kediaman Laksamana Muda Maeda. Sesudah dirumuskan, maka   naskah Proklamasi Kemerdekaan itu diketik oleh Sayuti Melik, kemudian    atas permintaan para pemuda, hanya   di tandatangani oleh Soekarno -  Hatta sebagai    wakil     bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Kemerdekaan yang diketik ini mempunyai nilai otentik. Pada jaman pendudukan Jepang dipakai tahun Showa (Jepang), yaitu tahun Showa 2605 sama    dengan tahun Masehi 1945.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar