Tak
lama kemudian keduanya masuk toko alat olah raga. Seperangkat alat fitness
dicoba. Sesaat terlihat Drona menimbang-nimbang dalam benaknya, lalu
menggeleng. Matanya menyapu setiap sudut toko yang tak terlalu luas itu.
Puluhan bola voly, bola kaki, bola basket dan bola tenis segera diminta untuk
dikemas. Beberapa perangkat alat tenis meja dan badminton pun dibungkus. “Alhamdulillah, misi kita selesai Pak Togog.
Nanti semua langsung dikirim ke padepokan. Kita tinggal susun laporan,” ujar
Drona lagi sambil menepuk-nepuk tas di dadanya yang sudah kosong. Lagi-lagi
Togog hanya mengangguk-angguk, tersenyum puas.
Total Tayangan Halaman
Rabu, 14 Januari 2015
Operasional Padepokan
Selasa, 16 Desember 2014
DIBALIK GERAKAN SHOLAT
Gerakan dalam sholat yang dikerjakan 5 waktu dalam sehari, baik sholat subuh, dhuhur, 'ashar, maghrib maupun 'Isya memiliki "khasiat" bagi raga. Oleh karena itu usir rasa malas, lesu, ogah, dan sok sibuk untuk menyegerakan sholat.
Sholat 5 waktu dengan berdiri bagi yang kuasa. Berdiri lurus merupakan pelurusan tulang belakang. Hal ini adalah
awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan aktivitas otot-otot dan tulang.
b.
Takbir
Takbir berarti
kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang
seperti halnya paru-paru. Dampak mengangkat tangan berarti meregangkan otot-otot
bahu hingga aliran darah mengalir leluasa membawa oksigen menjadi lebih lancar. Mengingat paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga
dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang
mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan
lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor).
Senin, 15 Desember 2014
"DEKRIT" KURIKULUM
Badan Standar Nasional Pendidikan
(2006: 5) memberi batasan bahwa kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Implementasinya, perlu
memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, budaya,
adat istiadat, status sosial ekonomi, dan kesiapan dana yang ada pada sekolah
yang bersangkutan. Menimbang
karakteristik masing-masing sekolah beragam, maka
pemerintah menerapkan kurikulum yang dianggap tepat yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang bersifat
desentralistik.
PENGAWAS SEKOLAH
Peran Pengawas Sekolah
manajerial dan akademik serta pembinaan
peran pembinaan, pemantauan dan penilaian. Peran pengawas sekolah
dalam pembinaan setidaknya sebagai teladan bagi sekolah dan
sebagai rekan kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolah
binaannya. Peran pengawasan tersebut dilaksanakan
dengan pendekatan supervisi yang bersifat ilmiah, klinis,
manusiawi, kolaboratif, artistik, interpretatif, dan berbasis kondisi sosial budaya.
Pendekatan ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)