Total Tayangan Halaman

Senin, 15 Desember 2014

SKP

Sasaran Kerja PNS (SKP) Sebagai Pengganti  DP3
Penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pelaksanaan pekerjaan atau unjuk kerja (perfomance appraisal) seorang pegawai. Dilingkungan Pegawai Negeri Sipil dikenal dengan DP-3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP 10 Tahun 1979.
Kenyataan empirik menunjukkan proses penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS cenderung terjebak ke dalam proses formalitas. DP3-PNS dirasa telah kehilangan arti dan makna substantif, tidak berkait langsung dengan apa yang telah dikerjakan PNS. DP3-PNS secara substantif tidak dapat digunakan sebagai penilaian dan pengukuran seberapa besar produktivitas dan kontribusi PNS terhadap organisasi. Seberapa besar keberhasilan dan atau kegagalan PNS dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Minggu, 07 Desember 2014

CUBITAN FACE BOOK



‘Murid telat, dihukum. Guru telat, lewaaat…’
Semar menuliskan kalimat itu dengan tinta merah di white board di dalam pendopo. Senyum tipis menyembul dari bibirnya. Sinis. Pendar-pendar asam menyusup keluar melalui celah-celah dinding bambu padepokan.
“Senyum Romo kecut bener, kecium sampai keluar,” gumam Bagong yang muncul bersama Petruk.
“Hush! Sama Romonya kok ngomong begitu! Mbok belajar berbicara yang santun. Bisa bahaya kalau ada yang ndak suka!” sergah Petruk.
“Kalian tahu kalimat itu?” tanya Semar tanpa menoleh. “Kalimat itu adalah pisau bermata dua yang dilemparkan tiga bocah di face book. Akibatnya, mereka dikeluarkan dari bangku sekolah, karena dianggap mencemarkan nama baik sekolah.”
“Kok bermata dua, Mo? Siapa lagi yang kena akibatnya?” sela Bagong.
“Kamu ini, mbok ya mikir dulu!” sergah Petruk lagi. “Coba pikir! Kalau hanya karena kalimat seperti itu mereka dikeluarkan dari sekolah, kok bisa? Hari gini, gitu loh! Guru mengeluarkan siswanya hanya karena disindir di face book?”

Rabu, 26 November 2014

BAHASA JURNALISTIK



Aturan umum penggunaan bahasa di dalam media masa (bahasa jurnalistik):
1.      Pada dasarnya harus tetap memperhatikan kaidah baku bahasa Indonesia.
2.      Penulisannya pun harus berpedoman pada kaidah EYD.
Kekhasan bahasa jurnalistik:
Mengingat fungsinya sebagai penyampai informasi dengan sasaran masyarakat pembaca yang bersifat umum dan kompleks, bahasa jurnalistik/ media massa lebih mendekati  bahasa sehari-hari. Dengan demikian lebih memudahkan penyampaian berita/informasi dan lebih komunikatif. Kekhasannya dibandingkan bahasa baku antara lain”
1.      Lebih sederhana, mudah dipahami, teratur, dan efektif (Jus Badudu, 1992:62).
2.      Singkat, padat, sederhana, jelas, lugas, dan menarik (Rosihan Anwar, 1984:1).
3.      Diksi/pilihan kata khas karena adanya upaya ekonomi kata, kekhasan pengalimatannyang ditandai oleh pemendekan kaliman (Anton M. Muliono, 1994).
Posisi bahasa jurnalistik di dalam ragam bahasa bersifat medial atau berada di tengah-tengah. Di antara ragam baku – santai, antara  ragam tulis– lisan.
Jika bahasa baku ingin menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa modern yang setara dengan bahasa lain di dunia, bahasa jurnalistik memerlukan pengungkapan diri secara modern agar lebih  mudah diterima/ komunikatif.
Bahasa jurnalistik hampir sama dengan bahasa sastra. Kesamaannya terletak pada adanya kemerdekaan pengungkaan. Oleh karena itu, ia menjadi lebih informative, enak dibaca dan indah.
Bahasa jurnalistik merupakan cerminan bahasa masyarakat, karena yang dipakai adalah bahasa yang hidup/dipakai oleh masyarakat sasarannya.
Bahasa media massa/jurnalistik dipakai sebagai model penggunabahasa  (Harimurti Kridalaksana, 2000). Oleh karena itu, media massa mampu membentuk/mempengaruhi opini masyarakatnya.
Dinamika kehidupan bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dinamika kehidupan social politik. Bahasa Indonesia tidak dapat lepas dari perupahan masyarakatnya. Oleh karena itu terjadi perubahan dalam berbahasa Indonesia. Bahkan kata-kata yang popular dalam masyarakat akan segera muncul dan sah dipakai oleh media massa, demikian pula sebaliknya.

Kamis, 20 November 2014

10 ANAK AJAIB

10 Anak Ajaib yang Paling Mutakhir dan paling pintar di Dunia | Keajaiban Dunia | Anak Jenius Di Seluruh Indonesia - 10 Anak di bawah ini memang anak yang paling Mutakhir dan paling pintar deh kayaknya... Coba saja dilihat, ada yang IQ nya 210 lho...!! Sama kayak shikamaru neh..  Mereka diakuai dunia dan di nobatkat sebagai manusia jenius di seluruh dunia, mencatatkan namanya pada nobel perdamaian, anak terpandai di dunia, mencatat record seorang artis cilik, kualitasnya sebagai jenius, ahli filsafat terbesar dalam sejarah, tercatat sebagai sarjana termuda, sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda, Tuan Pocket Billiards, 7 tahun menjadi penyiar radio. Berikut ini adalah 10 Anak Ajaib yang Paling Mutakhir dan paling pintar di Seluruh Dunia :

  1. ( Kim Ung-Yong ) Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memacahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan "Highest IQ" 210.
  2. ( Gregory Smith ) Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian. berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates. Perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev.
  3. ( Akrit Jaswal ) Julukan "anak terpandai di dunia" telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya. gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun.

LEMBAR KERJA SISWA





LKS merupakan lembaran yang berisikan serangkaian kegiatan yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. LKS disusun dengan tujuan antara lain: (1) memberikan pengetahuan dan sikap serta keterampilan yang perlu dimiliki siswa; (2) mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan; (3) mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari.
Menurut Darmojo dan Kaligis (1991 : 32), persyaratan LKS yang baik meliputi tiga aspek, yaitu didaktik, konstruksi, dan teknik
 
1.        Syarat-syarat didaktik
LKS sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses belajar mengajar harus memenuhi persyaratan didaktik artinya harus mengikuti azas-azas pembelajaran yang efektif, yaitu:
a. memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu adalah yang dapat digunakan oleh siswa yang lamban, sedang, maupun pandai
b. menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga LKS berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu
c. memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kesempatan kepada siswa untuk menulis, menggambar, berdiskusi, menggunakan alat, dan sebagainya
d. dapat mengembangkan komunikasi sosial, moral dan estetika pada anak. Jadi tidak semata-mata ditunjukkan untuk mengenal fakta-fakta dan konsep akademis.      

PENGEMBANGAN KKG DAN MGMP




Alternatif pengembangan KKG dan MGMP yang ditawarkan dapat ditoreh pada berbagai sisi. Berikut adalah membahas sisi pengembangan KKG dan MGMP dari segmen Organisasi, Program dan Kegiatan, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, serta Pemantauan dan Evaluasi.
 

     Dasar hukum penyelenggaraan kegiatan KKG atau MGMP sebagai wahana pengembangan profesionalisme guru, perlu dilengkapi dengan Surat Penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk KKG, Surat Penetapan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk MGMP. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KKG atau MGMP. Organisasi KKG atau MGMP mengatur kepengurusan dan keanggotaan dengan berbagai tugas pokok dan fungsinya.

Selasa, 18 November 2014

SEMINAR



Download makalah lengkap: ekopurwanto-panduanseminar.zip
Pengertian
Suatu pertemuan ilmiah yang membahas suatu masalah tertentu dengan prasaran dan tanggapan melalui diskusi untuk memperoleh keputusan bersama mengenai masalah tersebut adalah seminar. Masalah yang dibahas dalam pertemuan itu mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan terfokus. Misalnya : Seminar tentang: “Upaya Meningkatkan Kinerja Guru melalui Supervisi Akademik”, “Bunga Pustaka, Walking Book, Eksplorasi dan Kolaborasi sebagai Wahana Membuka Jendela Dunia”.
animasi guru mengajar page 2 animasi guru mengajar page 3 animasi guru ...Seminar diselenggarakan dengan tujuan untuk memperoleh solusi tentang masalah yang diseminarkan. Oleh karena itu peserta seminar adalah orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut. Jika hal yang dibahas adalah masalah kinerja guru, peserta seminar adalah orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Karena kinerja guru dan supervisi akademik adalah masalah yang ada pada dunia pendidikan. Akan sangat kurang bermanfaat jika masalah tersebut dihadiri/dibahas oleh para pelaut maupun petani. 
Meskipun masalah yang dibahas tentang masalah-masalah sosial, seminar merupakan pembahasan ilmiah yang bertujuan mencari pemecahan. Dengan demikian seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan rekmendasi.