Total Tayangan Halaman

Jumat, 12 Februari 2016

PERENCANAAN SARPRAS SEKOLAH



PERENCANAAAN SARANA DAN PRASARANA PERSEKOLAHAN
Disadur dari BPU Pengelolaan Sarana dan Prasarana

A.    Hakikat Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan
Hasil gambar untuk ANIMASI  GEDUNG SEKOLAH KUMUHDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), kata perencanaan berasal dari kata rencana yang mempunyai arti rancangan atau rangka dari sesuatu yang akan dilakukan atau dikerjakan pada masa yang akan datang. Menurut Terry (2005), perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang digariskan. Hal senada juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (2002) bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Selanjutnya, oleh Dwiantara dan Sumarto (2004) dikemukakan bahwa perencanaan adalah merupakan kegiatan pemikiran, penelitian, perhitungan, dan perumusan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa yang akan datang, baik berkaitan dengan kegiatan-kegiatan operasional dalam pengadaan, pengelolaan, penggunaan, pengorganisasian, maupun pengendalian sarana dan prasarana.
Berdasarkan pengertian di atas, pada dasarnya perencanaan merupakan suatu proses kegiatan untuk menggambarkan sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini perencanaan yang dimaksud adalah merinci rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian perencanaan sarana dan prasarana persekolahan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Selasa, 08 September 2015

LUAR BIASA

Limbuk menggenggam erat tangan anaknya, Cempluk yang baru saja lulus SMP. Bibirnya yang lebar dan tebal merekahkan senyum puas. Ditatapnya paras gadis belia itu dengan penuh kebanggaan.
“Terima kasih, Nduk! Kamu luar biasa,” katanya sambil masih memamerkan senyum tebal.
“Apa sih Simbok ini? Bikin Cempluk malu saja. Lha wong jelas-jelas nilainya saja pas pasan begini kok dibilang luar biasa. Nyindirnya jangan kebangeten begitu Mbok,” sahut Cempluk hampir tanpa ekspresi.
“Lha bagaimana ndak luar biasa Nduk? Jelas tadi diumumkan namamu sebagai siswa paling jujur gitu, kok,” ujar Limbuk menimpali. Senyumnya semakin lebar dan tebal.
“Yang itu nggak ngaruh untuk daftar ke SMA faforit, Mbok,” potong Cempluk.
Limbuk mengamati wajah murung anaknya yang memaksakan senyum. Lalu ia berkata, “Kamu masih ingat nasihat Eyang Semar saat kamu mau ujian SD dulu?”
“Angka-angka bukan segalanya, Cantiknya karakter pribadimu itu lebih utama. Jujur. Teguh hati. Berbudi pekerti. Nikmati proses belajarmu, lalu syukuri hasilnya! Yang itu maksud Simbok?” 
Limbuk manggut-manggut. Senyum lebar dan tebalnya merekah lagi. “Ingat terus itu, Nduk! Maka di manapun kamu melanjutkan studi, pasti ilmunya akan menjadi tabungan abadi.”

Senin, 27 Juli 2015

FOCUSED GROUP DISCUSSION (FGD)

a.       Hakekat FGD
Hasil gambar untuk GAMBAR fgd
Tugas pengawas satuan pendidikan mencakup pengawasan atau supervisi administrasi dan pengelolaan (manajerial) sekolah sekaligus supervisi akademik atau pembelajaran. Ditjen PMTK dalam Materi dasar Diklat Pengawas (2008: 18-21) merekomendasikan metode dan teknik  supervisi manajerial meliputi monitoring dan evaluasi, refleksi dan focused group discussion, metode Dhelphi dan workshop. Terkait kajian mendalam pengembangan KTSP di satuan pendidikan, peneliti menggunakan teknik focused group discussion (FGD).

Kamis, 23 Juli 2015

MENCARI SOLUSI RAMADHAN



Hasil gambar untuk GAMBAR RAMADHAN
A.   PERMASALAHAN

Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- menyia-nyiakan datangnya Ramadhan. Detik-detik bulan Ramadhan yang sangat mulia dan berharga , berlalu begitu saja. Hal ini harus diwaspadai dan sebagai iktibar agar jangan sampai terjadi pada diri kita, seperti :

1.     Puasa tapi tidak sholat
Barangsiapa berpuasa tapi meninggalkan shalat, berarti ia meninggalkan rukun terpenting dari rukun-rukun Islam setelah tauhid. Puasanya sama sekali tidak bermanfaat baginya, selama ia meninggalkan shalat. Sebab shalat adalah tiang agama, di atasnyalah agama tegak. Dan orang yang meninggalkan shalat hukumnya adalah kafir. Orang kafir tidak diterima amalnya

RAMADHAN YA RAMADHAN



Hasil gambar untuk GAMBAR RAMADHANRasulullah bersabda, “ Seandainya umat Islam tahu dan merasakan apa saja keistimewaan ramadhan, maka mereka akan memohon kepada Allah agar seluruh bulan selainnya menjadi ramadhan. Aku selalu sedih bila ramadhan meninggalkanku, karena itulah Aku selalu bermohon kepada Allah kiranya diberi umur panjang untuk bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan. Aku amat bergembira bila bertemu kembali dengan ramadhan. Dan bila ramadhan meninggalkan kita, Aku amat sedih”.

Kekhususan Dan Keistimewaan Bulan Ramadhan :
1.     Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta'ala : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah : 183).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.

Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi:
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).

Minggu, 10 Mei 2015

EDS


Hasil gambar untuk GAMBAR ANIMASI KEPALA SEKOLAH

a.          Esensi Evaluasi Diri Sekolah


Evaluasi secara umum merupakan suatu proses pengumpulan serta pemrosesan data dan informasi yang akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengelolaan dan pengembangan sekolah. Evaluasi adalah suatu upaya sistematis untuk mengumpulkan dan memproses informasi yang menghasilkan kesimpulan tentang nilai, manfaat, serta kinerja dari lembaga pendidikan atau unit kerja yang dievaluasi, kemudian menggunakan hasil evaluasi tersebut dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan. Evaluasi diri (self evaluation) menekankan pada proses untuk membangun budaya mutu di tingkat satuan pendidikan yang dilakukan bertahap dan terus-menerus atas seluruh komponen-komponen pendidikan.

Evaluasi diri merupakan upaya sekolah untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh sekolah sendiri berkenaan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan ancaman. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pakar sejawat dari luar sekolah, sehingga evaluasi-diri dapat dilaksanakan secara objektif.

KEPALA SEKOLAH PROFESIONAL



Hasil gambar untuk GAMBAR ANIMASI KEPALA SEKOLAHPeraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 3 menyatakan bahwa guru yang telah memperoleh sertifikat pendidik dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Bidang garapan seorang kepala sekolah mencakup kegiatan dalam menyusun program, melaksanakan program, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaporkan pelaksanaan program.
Implementasi tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, pasal 12 yang secara garis besar dapat dirangkum dalam tiga aspek yaitu: usaha pengembangan  sekolah,  peningkatan  kualitas  sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dan usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah.
Kepala sekolah profesional adalah kepala sekolah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana   diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah meliputi: dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan,  dan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan profesionalisme kepala sekolah maka perlu dilaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien, dan produktif.